Jumat, 04 Mei 2012

Al Kisah Tentang YAHUDI

 
Sebelum seratus tahun yang lalu, Yahudi bukan siapa-siapa. Mereka adalah gelandangan miskin yang terusir dari semua negara, tertindas, terpinggirkan, tidak punya negara, kelaparan dan kedinginan.

Memang betul dan harus kita akui bahwa Yahudi itu umumnya terdiri dari orang-orang yang ulet, tahan uji, biasa hidup melarat. Mungkin hal inilah yang menempa mereka menjadi semakin kuat secara sunnatullah. Dan menjadi dendam kesumat tujuh turunan yang mereka wariskan dari nenek moyang.

Tentang terusirnya Yahudi dari berbagai belahan bumi, hal itu disebabkan karena karakter mereka yang culas, licik, makan teman, gemar berdusta, hobi berkhianat, pandai menipu, lintah darat, pelit, egois, suka menjilat dan oportunis. Dan satu lagi karakter asli mereka, pengecut
...
Yahudi ditakdirkan hanya akan dikalahkan dengan cara peperangan fisik. Dan itu hanya dilakukan oleh umat Islam.

Pada hakikatnya mereka adalah bangsa paling pengecut dan paling takut mati. Tidak pernah ada sejarahnya Yahudi berani berhadapan muka langsung dalam peperangan. Mereka selalu berperang dengan cara sembunyi di balik benteng, sebagaimana firman Allah SWT

Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti. (QS. Al-Hasyr: 14)

Dan menarik untuk disimak dari ayat ini, ternyata Yahudi pun terdiri dari berbagai kelompok, di mana satu dan lainnya tidak pernah bersatu.

Tetapi ketika umat Islam tidak tahu titik lemah Yahudi, maka jadilah Yahudi seolah-olah sangat kuat dan tidak terkalahkan. Padahal sesungguhnya mereka sangat lemah, pengecut dan tidak kompak.

Sayangnya, di balik semua kelemahan Yahudi itu, justru umat Islam jauh lebih lemah lagi. Bukan sekedar cinta dunia dan takut mati, bahkan lebih jauh dari itu, justru umat Islam saling berpecah belah.

Satu dengan yang lain selalu bentrok, saling hujat, saling caci, saling maki, lalu merasa kelompoknya saja yang benar. Yang tidak ikut paham dan aliran mereka, langsung dicap ahli bid'ah, bukan ahli sunnah, teroris dan khawarij. Semua ulama dikafirkan, semua jamaah dikucilkan, semua yang tidak sama dengan dirinya dianggap ahli neraka. Seolah-oleh surga itu kavling milik pribadi mereka saja.


Sebenarnya banyak aspek yg dilakukan oleh Yahudi untuk menghancurkan Islam, diantaranya:

Dari sisi ekonomi, nyaris semua negeri Islam punya potensi kekayaan alam. Minyak bumi yang jadi 'nyawa' peradaban dunia, justru disedot habis dari bumi milik umat Islam oleh drakula jahat yaudi. Sebaliknya, umat Islam yang hidup di atas ladang-ladang minyak itu mati kelaparan, lantaran diembargo oleh negara-negara yang secara de facto dikuasai oleh kekuatan Yahudi.

Dari sisi pendidikan, secara sengaja barat telah merasuki para penentu kebijakan di tiap negeri muslim, agar kurikulum pendidikan di tiap negeri Islam menjadi mandul. Meski lulusannya tetap bergelar sarjana dan doktor, tetapi mentalitasnya tetap tidak jauh dari kaki tangan dan antek Yahudi. Aqidah dan fikrahnya tetap sekuler, anti Islam dan anti syariah. Sedangkan dari sisi kualitas lulusan, sangat rendah dan tidak bisa bersaing dengan lulusan dari barat.

Dari sisi politik, hanya orang-orang yang terdidik dengan mentalitas seperti ini saja yang bisa masuk ke dalam struktur pemerintahan dan menentukan kebijakan suatu negara. Dan ujung-ujungnya, arah politik negeri Islam sudah bisa ditebak, yaitu SANGAT taat, tunduk dan patuh kepada barat secara mutlak tanpa reserve. Bahkan ketika negara-negara Islam membentuk OIC (OKI) atau apapun namanya, tetap sama saja karakternya: lemah, pengecut dan tidak lebih dari macan 'ompong'.

Dari sisi militer, tak satu pun negeri Islam yang mampu membuat senjata sendiri. Kalau pun mampu, belum tentu bebas membuatnya. Karena itu meski semua negara Islam bersatu, secara hitungan di atas kertas, tetap saja kalah dari sisi persenjataan dengan Yahudi.

Meskipun kita sangat yakin bahwa senjata bukan satu-satunya faktor kemenangan. Tetapi adanya senjata itu tetap penting dan Allah SWT sendiri menyebutkan manfaatnya, yaitu untuk menggetarkan lawan.

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu...(QS. Al-Anfal: 60)


Invasi yahudi ke dunia Islam sebenarnya tidak terbatas pada bentuk serangan militer saja. Namun yang lebih parah adalah serangan dalam bentuk pemikiran. Para ulama sering menyebut dengan istilah Perang Pemikiran (Al-Ghazw Al-Fikri).

Negara yang diserang oleh Yahudi secara militer sangat terbatas jumlahnya. Mungki hanya Palestina saja. Selebihnya, yahudi menggunakan kekuatan angkatan bersenjata lain, misalnya Inggris, Amerika atau bahkan atas nama pasukan perdamaian PBB.

Toh, semua negara adidaya dan lembaga internesional itu juga di bawah pengaruh dan kemauan yahudi. Negara-negara seperti Iraq, Iran, Afghanistan, Libanon, Sudan, dan beberapa negeri lain adalah contoh invasi yahudi yang meminjam tangan sekutunya.

Dan sebenarnya, kekacauan dan terorisme dunia yang selama ini dituduhkan kepada umat Islam, tidak lain adalah skenario yahudi. Fakta di lapangan semakin hari semakin tidak bisa dipungkiri. Bahkan pengeboman WTC di Amerika, justru didalangi oleh yahudi. Meski pemerintah AS tidak pernah mau mengakuinya. Termasuk bom-bom yang meledak di negeri ini, meski dilakukan oleh orang yang agamanya kebetulan Islam, tetapi tokoh cerdas di belakangnya sulit untuk ditepis bahwa mereka adalah agen-agen yahudi.

Maka boleh dibilang bahwa nyaris semua negara di dunia ini telah menjadi korban invasi yahudi. Tidak terkecuali Amerika dan negara adidaya yang lain.


Sejarah membuktikan bahwa satu-satunya ideologi dan agama yang besar di dunia ini adalah Islam. Islam adalah agama dan peradaaban yang pernah berkuasa paling lama di muka bumi. Tidak kurang dari 7 sampai 8 abad berturut-turut. Dan wilayah kekuasaannya paling luas, meliputi 3 benua besar, yaitu Asia, Eropa dan Afrika. Batas negeri Islam terbantang sepanjang garis khatulistiwa, dari Maroko di barat sampai Maroke di timur.

Mereka sangat yakin bahwa ancaman terbesar buat cita-cita mereka adalah kebangkitan Islam. Hanya Islam yang masih punya kemungkinan paling besar untuk kembali meraih kebangkitannya. Dan dahulu umat Islam memang pernah mengalahkan mereka di Khaibar, Madinah. Sehingga populitas yahudi habis terkikis dari sana.

Maka mereka sejak dini sudah menebar upaya penggembosan kebangkitan Islam. Dengan berbagai cara dan upaya, termasuk melancarkan Al-Ghazw Al-Fikri.

Ahmadinejad adalah sosok yang layak dikagumi, setidaknya untuk sebagian kalangan. Banyak tindakan beliau yang cukup menarik hati, terutama sikap tegasnya kepada Amerika.

Jarang-jarang ada pemimpin di negeri Islam yang puya nyali seperti Presiden Iran saat ini. Wajar kalau banyak orang yang nge-fans dengan sosoknya yang sederhana, tegas, dan perpandangan jauh ke depan.

Dari Abi Hurairah ra. bahwa Nabi SAW bersabda, "Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian (muslimin) memerangi Yahudi, kemudian batu berkata di belakang Yahudi, "Wahai muslim, inilah Yahudi di belakangku, bunuhlah!" (HR Bukhari dan Muslim dalam Shahih Jami' Ash-Shaghir no. 7414)

Tidak akan terjadi hari kiamat, hingga muslimin memerangi Yahudi. Orang-orang Islam membunuh Yahudi sampai Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Namun batu atau pohon berkata, "Wahai muslim, wahai hamba Allah, inilah Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh saja. Kecuali pohon Gharqad (yang tidak demikian), karena termasuk pohon Yahudi." (HR Muslim dalam Shahih Jami' Ash-shaghir no. 7427)

Hadits-hadits di atas dari segi kekuatan sanadnya termasuk hadits shahih tanpa perbedaan pendapat. Dan termasuk dari tanda-tanda kenabian Rasulullah SAW yang terkait dengan mukjizat kabar yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Selain terkuaknya misteri hadits ini di abad 14 hijriyah, hadits ini sangat tegas menyebutkan kepastian kehancuran bangsa pengingkar Allah dan nabi ini. Bahkan pohon dan batu pun akan ikut membantu umat Islam dalam menumpas mereka.

Karena itu, hadits ini juga menjadi penghibur derita, pelipur lara dan pembangkit harapan buat umat Islam yang sempat merasakan kebengisan Yahudi secara lebih nyata. Bahwasanya Israel yang bukan manusia itu pasti akan dikalahkan, mati kutu dan mati betulan. Ini adalah sebuah kepastian, karena yang bilang bukan sembarang orang. Yang bilang adalah seorang yang paling dekat kepada Allah SWT, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Yang menarik juga, di dalam hadits ini Rasulullah SAW menyebutkan sebuah nama pohon, yaitu Gharqad. Pohon ini milik Yahudi, sehingga kalau ada Yahudi sembunyi di baliknya dari kejaran umat Islam, pohon ini tidak akan berbicara. Sebaliknya, pohon ini akan melindungi Yahudi, karena pohon ini milik mereka.

Kalau boleh disebutkan, ganjalan buat seorang Ahmadinejad saat ini yang paling utama adalah karena justru dia dari Iran. Dan di dunia Islam, Iran adalah satu-satunya negara yang menjadikan Syiah sebagai mazhab resmi negara.

Paham Syiah memang ada di beberapa negara Arab, tapi umumnya minoritas dan jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Tapi tidak buat Iran. Orang-orang Syiah di negara ini berhasil menggulingkan Syah di tahun 1979 dan mengambil alih kekuasaan. Khomaini pulang dari pengasingannya di Perancis dan jadi pemimpin tertinggi di negeri itu.

Inilah pertama kalinya sejak berabad-abad, orang-orang dengan akidah minoritas Syiah menjadi penguasa, setelah sebelumnya pernah berkuasa di Mesir, yaitu Daulat Fatimiyah.

Sejarah memang membuktikan bahwa Daulat Fatimiyah yang beraliran Syiah di Mesir itu akhirnya tumbang juga. Salah satu tokoh besar yang menumbangkannya adalah Shalahuddin Al-Ayyubi.

Batu ganjalan lainnnya buat Iran untuk menjadi pemimpin di dunia Islam adalah bersumber dari para pendakwah ajaran Syiah sangat gemar memaki para shahabat Nabi. Bahkan ada aliran di dalam Syiah yang sampai mengkafirkan pada shahabat nabi ridhwanullahi 'alaihim.

Khomaini dan ajarannya yang awalnya di tahun 80-an sangat menawan dengan Revolusi Islam Iran-nya, kemudian ketahuan belangnya, karena akidah syiah mereka yang masih saja mencaci maki para shahabat Nabi.

Dr. Yusuf Al-Qaradhawi pada saat muktamar pendekatan Syiah dan Sunnah di Qatar Januari 2007 menyebutkan bahwa tak mungkin terjadi pendekatan antara Syiah dan Sunni, jika keyakinan Syiah masih terus menerus mencela para sahabat radhiallahu anhum.

Belum lagi urusan adanya Mushaf Al-Quran yang masih menjadi perdebatan. Sebagian kalangan ada yang menyebutkan bahwa kalangan Syiah ini menggunakan mushaf Al-Quran yang berbeda dengan yang dipakai oleh umat Islam sedunia.

Namun beberapa kalangan dari Syiah membantahnya. Mana yang benar, memang masih samar. Tapi yang jelas issu seperti itu tentu akan sangat menjadi batu ganjalan bagi Iran untuk menjadi pemimpin di dunia Islam.

Semua itu masih ditambah lagi problem berat tentang ajaran kawin kontrak (mut'ah) yang banyak ditawarkan oleh mereka yang menyebarkan paham Syiah. Kawin model ini di Indonesia cukup marak dan digemari oleh banyak mahasiswa dan mahasiswi.

Sampai seorang dokter kelamin di sebuah kota di Jawa Barat mengeluh bahwa beberapa pasiennya yang sakit kelamin itu ternyata wanita yang penampilannya berjilbab. Usut punya usut, ternyata mereka berpaham nikah mut'ah yang pada hakikatnya merupakan zina yang dihalalkan lewat nikah mut'ah. Kita tentu sedih kalau mendengar hal-hal seperti itu.

Dan tentunya ada begitu banyak isykal dan problematika ideologis yang harus dijawab terlebih dahulu oleh Iran dan para pendukungnya.

0 komentar: